Indah
Tak memiliki arti yang kuat;
Ketika emosi tak ada di dalamnya
Yang indah akan tumbang dan terpuruk
Yang indah akan menjadi buruk suatu saat;
Suatu saat ketika tak ada emosi pada dasarnya
Yang indah akan tetap indah;
Dimana emosi hidup di dalamnya
Bagian: Mengintip Albert Camus
Tak pernah kudengar namanya
Hingga suatu hari pada tahun lalu
Bertemu dengan seorang kawan,
Katanya, "Jangan berjalan di depanku, mungkin aku tak dapat mengikuti;
Jangan berjalan di belakangku, mungkin aku tak dapat membimbing
Berjalanlah di sampingku dan aku kawanmu"
"Waw !!!", sebuah kekaguman hadir
Dan katanya, "Itu yang mengatakan Albert Camus!"
Siapa dia?
Kenapa ia berkata seperti itu?
Apa di dalam otaknya?
Apakah ia memiliki banyak kawan?
Dalam hatiku, "Kemungkinan ia tak banyak kawan,
Atau tidak ia sedang mengurangi jumlah kawan
Dan ia mencoba lebih dekat lagi pada cinta dirinya;
Pada dunianya yang ada di kepalanya,
Perkawinan ego dan romantis
Bagai kerasnya batu
Aku menyukainya
Albert Camus semakin terintip
Ketika pikirannya tertumpah menjadi kata-kata,
"Musim gugur adalah musim semi kedua,
Ketika setiap daun adalah sebuah bunga"
Romantisnya sebuah psychedelic
Sebuah ego pada hayalan
Mengeluarkan sebuah matanya,
Dan digantikannya dengan mata kamera
Bagian: Bukit Dan Gunung Juga Air Terjun
Stawamus Squaw bersanding dengan Stawamus Chief
Tak ada lagi pemanjat tebing yang berintim dengan kematian
Musim telah menutup layar panggung hingga musim panas tahun depan
Sky Pilot masih menampakkan puncak dan batu besarnya
Sky Pilot menunggu untuk dilapisi salju
Diamond Head masih nampak salju abadinya dari jalan raya
Terlihat salju baru sudah ada,
Seperti Icing Sugar
Shannon Fall volume airnya semakin besar
Petualang yang diteken mati bersiap diri
Bersiap diri untuk memanjatnya ketika air membeku menjadi es
Bagian: Dedaunan
Temperatur semakin menurun
Pagi dan malam terasa dinginnya
Suhu yang semakin dingin membakar dedaunan
Bukit terbakar
Api menyala pada dedaunan Blue Berries liar;
Merah keoranyean warnanya
Suhu yang dingin membakarnya
Japanese Maple merah menyala bagai api di pekarangan rumah
Dogwood, Hammamalis, semua dilalap api
Kuning yang agak oranye, bagai lidah api besar ketika angin lembut bertiup
Lingkungan ini terbakar oleh warna dedaunan
Burning Bush, bagai api yang liar;
Tak terkontrol nyala apinya
Terbakar
Hujan turun
Hujan Oktober dengan karekternya;
Kebanyakan hari adalah gerimis
Kadang hujan dan sangat sedikit cerah
Air hujan membuat daun berkarat
Daun berkarat dengan sedikit kuning kebanyakan kecoklatan
Berkarat
Warna-warna yang datang pada musim gugur;
Bagai api dan karat
Keributan warna berteriak
Api dan karat
Kebakaran dan usang
Ributnya pada warna
Bagian: Dalam Cerahnya Hari
Saat hari dimana cerah pada sebuah siang
Burung-burung memanfaatkannya
Mereka berkumpul
Mencari cacing,
Biji-bijian
Bibit-bibit dari bebungaan
Berkumpul dan rapat
Karena sebentar lagi musim akan menggulung peredaran matahari
Dalam cerahnya sebuah siang;
Dedaunan terbakar dan berkarat,
Burung-burung ramai berkumpul
Dalam cerahnya sebuah siang;
Ributnya warna dan rapat pemilik sayap
Oleh: Tumpak, 23 Oktober 2009
@ Sitha: Aku bayar hutang, 2004 saat di milis 1491 aku janji nulis baru sekarang kebayar
@ Sitha: Aku bayar hutang, 2004 saat di milis 1491 aku janji nulis baru sekarang kebayar
2 comments:
Tumpak?
Oh my Gooood, I love his (or her?) poems. Can you tell him (or her?) I say hiiiii????? pls? pls? pls?
i will, i will.
you should have read HIS other poems,.
there was this day when we all came to a high school reunion and he couldn't come. he wrote this most beautiful set of poems i have ever read to express his sadness for not being able to come.
i will post smthing about HIM. you just wait.;-)
Post a Comment